Dari Limbah Jadi Berkah: Inovasi Aromaterapi Ramah Lingkungan Lahir dari Kolaborasi Dosen dan UMKM di Kubu Raya
Kubu Raya – Siapa sangka, limbah kulit buah bisa berubah menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat? Inilah yang dibuktikan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Tanjungpura lewat Program Pengabdian kepada Masyarakat (Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat pendanaan tahun 2025) bertajuk “Limbah Kulit Buah Jadi Berkah: Inovasi Aromaterapi Ramah Lingkungan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.”
Selama lebih dari satu bulan, sejak 29 September hingga 8 November 2025, tim dari Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN rutin mendatangi UMKM Sirop Limao milik Ibu Miftahul Jannati, S.Pd., di Sungai Raya Dalam. Empat kali kunjungan itu tak sekadar membawa pelatihan, tetapi juga semangat baru: bagaimana mengubah limbah kulit jeruk limao dan kulit buah naga merah menjadi sabun dan lilin aromaterapi yang menenangkan.
Ketua Tim PkM, apt. Meri Ropiqa, M.Pharm.Sci., menuturkan bahwa program ini berangkat dari keinginan sederhana untuk membantu masyarakat melihat nilai di balik limbah. “Kulit jeruk dan buah naga selama ini hanya dianggap sampah. Padahal, keduanya kaya akan senyawa alami yang bisa diolah menjadi produk bernilai jual. Kami ingin masyarakat memahami bahwa inovasi bisa lahir dari hal paling sederhana di sekitar kita,” ujarnya dengan penuh semangat.
Bagi sang mitra, program ini menjadi pengalaman berharga. “Kami sangat terbantu. Kulit limao yang dulu cuma kami buang, sekarang bisa diolah jadi sabun dan lilin aromaterapi yang wangi. Banyak yang suka dan ingin pesan,” ungkap Ibu Novi, salah seorang pekerja sambil tersenyum bangga dengan memperlihatkan produk barunya. Ia berharap pelatihan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi UMKM lokal dan memperkuat ekonomi keluarga.
Program ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa:
Dosen: apt. Meri Ropiqa, M.Pharm.Sci. (Ketua); Dr. apt. Robiyanto, M.PharmSc.; Dr. Rahmad Perkasa, S.Pt., M.Sim.; Dr. apt. Hj. Sri Wahdaningsih, M.Sc.; apt. Robby Najini, M.Farm.; apt. Shoma Rizkifani, M.Sc.; dan apt. Indah Aprianti, M.Farm.
Mahasiswa: Ayu Aulia Fahmi, Samuel Chrisanzen Chang, Assyifa Ardelia, Hafizurrahman, Suhaila Azza Kurzah, dan Muhammad Rifki Perkasa.
Selanjutnya Ketua Tim PkM juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Tanjungpura serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, karena kegiatan ini bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Limbah yang dulunya tidak bernilai, kini menjadi sumber aroma keberkahan baru di Kubu Raya.


