Thetanjungpuratimes.com

Edukasi Pengenalan Manfaat Vitamin D Pada Masyarakat Kawasan Khatulistiwa Di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak

Defisiensi vitamin D di daerah tropis adalah fenomena nyata yang menunjukkan bahwa ketersediaan sinar matahari saja tidak menjamin kecukupan vitamin D. Faktor gaya hidup, budaya, dan lingkungan memainkan peran penting dalam status vitamin D seseorang. Oleh karena itu, strategi multidimensi yang mencakup edukasi, perubahan gaya hidup, dan intervensi gizi diperlukan untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Paparan sinar UVB mengubah 7-dehydrocholesterol di kulit menjadi previtamin D3, yang kemudian mengalami isomerisasi menjadi vitamin D3 (kolekalsiferol). Vitamin D3 dari kulit dan makanan diangkut oleh vitamin D-binding protein (DBP) ke hati. Kemudian vitamin D3 diubah menjadi 25-hidroksivitamin D [25(OH)D], bentuk utama yang digunakan untuk mengukur status vitamin D dalam tubuh. Selanjutnya 25(OH)D diubah menjadi 1,25-dihidroksivitamin D [1,25(OH)₂D] atau kalsitriol di ginjal melalui enzim 1α-hidroksilase dan menjalan fungsi fisiologisnya sebagai vitamin D.

Negara-negara yang terletak di wilayah khatulistiwa, seperti Indonesia, Malaysia, dan Brasil, seharusnya memiliki angka kecukupan vitamin D yang tinggi karena intensitas sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun.Namun, sejumlah studi justru menemukan bahwa defisiensi vitamin D tetap prevalen di negara-negara tropis, bahkan pada kelompok usia muda dan produktif. Kondisi ini merupakan paradoks kesehatan masyarakat, mengingat sinar matahari sebagai faktor utama produksi vitamin D tersedia melimpah.

Beberapa faktor dapat membatasi produksi vitamin D diantaranya adalah gaya hidup modern, yaitu kebiasan banyak orang menghabiskan waktu di dalam ruangan (kantor, sekolah, rumah) dan jarang terpapar sinar matahari langsung. Kemudian faktor lainnya adalah penggunaan pakaian tertutup dan tabir surya. Pakaian panjang dan penggunaan sunscreen dengan SPF tinggi dapat menghalangi penetrasi UVB ke kulit.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh dr. Abror Irsan, MM, dengan anggota tim dr. Muhammad Ibnu Kahtan, M.Biomed, dr. An An, Sp.S, M.Sc, dan dr.Qory Irsan, M. Biomed. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Juni 2025 ini bekerja sama dengan SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. Edukasi mengenai manfaat vitamin D diberikan oleh dr. Didiek Pangestu Hadi, AIFO-K. Edukasi diberikan dengan santai dan interaktif.

Materi diberikan dengan cara presentasi tentang manfaat vitamin D. kemudian juga praktek pengenalan olahraga yang akan diterapkan secara rutin setiap minggu oleh murid SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Peserta kegiatan ini adalah remaja yaitu murid SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. Dengan adanya edukasi manfaat vitamin D pada murid SMA Muhammadiyah I Kota Pontianak ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pada remaja. Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari pada murid dan pihak pengelola SMA Muhammadiyah 1.