Dosen Farmasi bersama Mahasiswa Apoteker UNTAN Gelar Edukasi Penggunaan Obat, Toga, Bud, Off Label Drug, Imunisasi dan Kipi kepada Kader Posyandu Kelurahan Siantan Hilir

Kalbar

PONTIANAK – Dosen Farmasi bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (PSPPA FK UNTAN) Angkatan XVII, melalui Program Pengembangan Dipa Kemitraan Masyarakat (PDKM) sukses menggelar penyuluhan promosi kesehatan berupa edukasi DAGUSIBU (Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang) obat dengan benar, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Beyond Use Date (BUD), Obat Off label, serta Imunisasi dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bagi kader posyandu dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan yang berlangsung di aula Posyandu Aster, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara.

Tenaga kesehatan dan kader kesehatan harus proaktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Apoteker dapat berperan sebagai pemberi informasi, edukasi terkait penggunaan obat yang benar, tanaman obat keluarga, beyond use date obat dan obat off label serta imunisasi dan KIPI. Sasaran dalam kegiatan ini adalah para Kader Posyandu Aster dan beberapa warga masyarakat RW 41 yang berada di wilayah Siantan Hilir, Kota Pontianak, sebagai agen perubahan dalam masyarakat dimana dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk membekali kader tersebut dengan edukasi. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Kader RW 41 tentang DAGUSIBU, TOGA, BUD & Off label serta Imunisasi dan KIPI.

Penyampaian Materi Melalui Media Leaflet Terkait Penggunaan Obat Yang Benar, Tanaman Obat Keluarga, Beyond Use Date Obat Dan Obat Off Label Serta Imunisasi Dan KIPI

Kegiatan ini terdiri dari beberapa agenda yang dilakukan diantaranya adalah persiapan kegiatan; orientasi dan koordinasi kegiatan; pembuatan media edukasi; pelaksanaan kegiatan (melakukan pre-test diawal kegiatan, pemaparan materi melalui metode FGD, diskusi dan tanya jawab, post-test, dan kuisioner evaluasi pelaksanaan kegiatan; serta teknik pengumpulan dan analisis data. Kegiatan yang diketuai oleh apt. Hadi Kurniawan, S.Farm., M.Sc. dan apt. Meri Ropiqa, M.Pharm.Sci. sebagai anggota ini merupakan kegiatan Pengembangan Dipa Kemitraan Masyarakat (PDKM) sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tugas tri dharma perguruan tinggi khususnya Pengabdian Kepada Masyarakat dimana dalam pelaksanaanya juga melibatkan mahasiswa apoteker UNTAN sebagai bentuk melatih dan menimbulkan empati sebagai aplikasi dan aksi nyata melalui keterlibatan aktif dalam menerapkan ilmu yang dipelajari untuk diimplementasikan secara langsung ke masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan peserta diberikan pre-test yang merupakan suatu indikator untuk mengetahui tingkat pengetahuan suatu subjek dalam pengetahuan awal para Kader tentang penggunaan obat yang benar, tanaman obat keluarga, beyond use date obat dan obat off label serta imunisasi dan kipi. Berdasarkan hasil dari pre-test maka mahasiswa dapat mengetahui kemampuan dasar para Kader. Pre-test ini berupa pertanyaan yang harus diisi oleh para Kader, yang dibantu oleh tim mahasiswa dalam pengisian pre-test melalui link google form.

Kegiatan selanjutnya adalah penyampaian materi melalui metode Focus Group Discussion (FGD) dimana masyarakat dan Kader dibagi menjadi 4 kelompok, disetiap kelompok akan ada tim pemateri yang menyampaikan materi melalui media Leaflet.

Penyampaian materi diikuti diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara aktif. Banyak pertanyaan yang diajukan dan peserta sangat antusias dalam proses diskusi tanya jawab ini.

Penyampaian Kesimpulan Dari Perwakilan Kader Dan Masyarakat

Diakhir kegiatan peserta diberikan post-test. Pemberian pre-test dan post-test ini untuk mengukur tingkat pemahaman/pengetahuan para Kader dan Masyarakat. Post-test merupakan tahapan akhir dalam rangkaian kegiatan ini, merupakan suatu bentuk evaluasi dalam memantau progress atau peningkatan pengetahuan suatu subjek dalam memahami materi yang disampaikan. Dalam hal ini, post-test bermanfaat dalam menilai pemahaman peserta khususnya penggunaan obat yang benar, tanaman obat keluarga, beyond use date obat dan obat off label serta imunisasi dan kipi. Selain itu, post-test ini menjadi indikator dalam menilai kegiatan ini diserap baik atau tidak oleh peserta. Post-test disini pertanyaan yang harus diisi oleh para Kader, yang dibantu oleh tim mahasiswa dalam pengisian post-test melalui link google form. Peserta dinilai memahami isi dan maksud kegiatan apabila ada peningkatan pemahaman dari pre-test ke post-test. Selain soal pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan, peserta dengan nilai tertinggi akan diberikan sebuah hadiah.

Peserta juga diberikan form kuisioner evaluasi pelaksanaan kegiatan. Diberikan kuisioner evaluasi kegiatan untuk mendapatkan feed back / umpan balik dari peserta terkait kegiatan yang diselenggarakan. Berikut beberapa hasil isian kuisioner dari peserta, “Kegiatan yang dilakukan sangat menarik dan bermanfaat, banyak hal yang dapat didiskusikan secara langsung dengan teman-teman dari apoteker yang tentunya dapat menambah pengetahuan warga di tempat kami”. Selain itu dari peserta lainnya menyampaikan “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena bisa menambah wawasan saya sebagai orang tua mengenai  penggunaan obat dalam sehari-hari. Terima kasih sudah melakukan penyuluhan ini”.

Selanjutnya sebagai bentuk cenderamata tim memberikan plakat kenang-kenangan dan ucapan terima kasih kepada Posyandu Aster RW 41, Siantan Hilir atas kesediaannya selaku mitra yang telah bekerjasama dalam memenuhi kegiatan penyuluhan edukasi ini.

Penyerahan Plakat Kenang-Kenangan dan Ucapan Terima Kasih kepada Posyandu Aster

Kegiatan PDKM ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi dari institusi pendidikan khususnya dosen farmasi dan mahasiswa Apoteker FK UNTAN. Kader-kader ini nanti akan menjadi sosok kunci sekaligus ujung tombak dalam memberikan dan menyebarluaskan informasi dan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar terkait penggunaan obat yang benar, tanaman obat keluarga, beyond use date obat dan obat off label serta imunisasi dan kipi. Melalui kader ini sebagai penyambung lidah dan perpanjangan tangan tenaga kesehatan kepada masyarakat luas disekitarnya. Para kader sangat antusias dan memiliki harapan tersendiri untuk kegiatan PDKM ini agar terus dilaksanakan. (HK)

Leave a Reply