Edukasi dan Pemantauan Perilaku Pemberian Makan Pada Bayi dan Anak: FK UNTAN Bentuk Community Feeding Center di Kelurahan Siantan Hilir

Edukasi Kalbar

Stunting masih menjadi masalah Kesehatan di Indonesia dan tak terlepas Kalimantan Barat. Stunting merupakan permasalahan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Gizi sangat berperan dalam tumbuh kembang anak. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah mencapai tumbuh kembang anak yang adekuat. Upaya- Upaya terus dilakukan dari berbagai sektor untuk menciptakan tidak adanya kasus barus stunting di kemudian hari.

Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK UNTAN), bekerjasama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Kelurahan Siantan Hilir, telah berhasil menyelenggarakan program Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para ibu dalam pemilihan menu gizi seimbang. Program yang diprakarsai oleh tim Dosen Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku Masyarakat tentang pola pemberian makanan dengan gizi seimbang. Materi yang disampaikan meliputi makanan dengan komponen gizi seimbang yang disesuaikan dengan usia, frekuensi, jumlah, tekstur, variasi dan respons anak.

Willy Handoko, M. Biomed sebagai ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pentingnya pemahaman mengenai gizi seimbang dalam pemilihan menu sehari-hari dan bagaimana perilaku pemberian makan bayi dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 7 kali pertemuan dengan rentang 2 minggu pelaksanaan dengan harapan program ini tidak hanya sekedar menyampaikan informasi melainkan memberi pemahaman secara mendalam terkait pemberian makan pada bayi dan anak. Selain itu pada kegiatan ini juga dilakukan pemantauan prilaku pemberian makan dengan melihat pola pemilihan menu keluarga secara berkala serta pemantauan berat badan anak.

Paurina, seorang kader posyandu sekaligus peserta kegiatan menyampaikan bahwa program ini sangat membantu para peserta, terutama para ibu, untuk lebih memahami pemberian makanan pada bayi dan anak dan variasi-variasi makanan sesuai pola menu gizi seimbang, dan berharap agar kegiatan serupa dapat diadakan lagi di masa depan.

Dengan semangat dan antusiasme yang mengiringi, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama warga di Kawasan Siantan Hilir serta dapat menekan angka kejadian stunting dalam mewujudkan tidak adanya kasus stunting baru di masa mendatang.

Leave a Reply